
SEMARANG — Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang kembali menerima kunjungan akademisi terkemuka asal Nihon University, Jepang, Prof. Dr. Ir. Buntara Sthenly Gan, P.E., pada Rabu, 1 Oktober 2026. Kedatangan ini merupakan kelanjutan dari kuliah umum strategis yang sebelumnya telah digelar pada 3 September 2026 lalu, di mana beliau memaparkan konsep dasar teori QSEERB (Quantitative Shaking Evaluation for Earthquake-Resistant Buildings).
Jika pada pertemuan pertama Prof. Buntara lebih banyak mengupas tuntas teori dan transformasi desain struktur dari metode konvensional menuju evaluasi guncangan kuantitatif, maka pada lawatannya di awal bulan Oktober ini agenda difokuskan pada kegiatan seminar dan workshop implementasi nyata serta instalasi perangkat sensor seismik yang dapat dipantau secara real-time 24/7.
Dalam acara yang dibuka secara langsung oleh Dekan Fakultas Teknik UNISSULA, Dr. Abdul Rochim, S.T., M.T., serta dihadiri oleh para pimpinan fakultas, Ketua Prodi Magister Teknik Sipil Prof. Dr. Ir. Antonius, M.T., IPU., para dosen, hingga tamu undangan dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Prof. Buntara secara simbolis menyerahkan 10 unit perangkat sensor seismik hasil kerja sama pengadaan riset kepada pihak Fakultas Teknik UNISSULA.
Dalam sesi workshop teknis, dipaparkan bahwa perangkat sensor seismik canggih ini dirancang untuk bekerja secara otomatis dan terintegrasi penuh (digital twin). Beberapa keunggulan dan parameter yang dapat diukur oleh perangkat ini meliputi:
- Akselerasi Tiga Dimensi (X, Y, Z): Sensor merekam percepatan gempa atau getaran lingkungan secara presisi tinggi (hingga 100 Hz atau 0,01 detik) pada sumbu horizontal dan vertikal.
- Evaluasi Guncangan Kuantitatif (SIL / Seismic Intensity Level): Mengubah data akselerasi mentah menjadi angka kuantitatif tingkat guncangan yang dirasakan pada struktur bangunan secara real-time.
- Analisis Respon Dinamik & Frekuensi Alami: Membantu mendeteksi ragam getar (mode shape) dan frekuensi alami struktur bangunan secara berkala tanpa harus menunggu datangnya gempa.
- Sistem Pemantauan Jarak Jauh (Remote Access): Dilengkapi dengan modul yang canggih sehingga pemantauan data pergerakan struktur dapat diakses secara jarak jauh dan real-time langsung melalui perangkat gawai atau laptop pengamat.
Kehadiran perangkat sensor ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana penunjang praktikum di laboratorium struktur dan material, tetapi juga menjadi pemicu (trigger) riset lanjutan bagi mahasiswa S1, S2, maupun S3, serta memperkuat implementasi mitigasi bencana berbasis teknologi mutakhir di lingkungan kampus UNISSULA.
Tautan video sumber: https://www.youtube.com/watch?v=W0cjo206Kew


